Posted in Penyusunan dan Pengelolaan Surat Kabar

Apa Saja Isi dari Surat Kabar itu ?

Pada umumnya isi yang terdapat pada sebuah surat kabar terdiri ari berita, tajuk rencana (editorial), artikel, pojok, surat pembaca, karikatur, dan halaman suplemen. Selain itu, di dalam surat kabar ditemui pula kolom-kolom iklan berbagai ukuran yang ditempatkann di halaman tertentu sebagai berikut:

  • Berita

Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang banyak. Selain itu, menulis berita harus dipertanggungjawabkan kebenarannya, aktual, dan informative. Kualitas berita tentu harus memenuhi kriteria umum penulisan yaitu mengandung unsur 5W+1H.

  • Tajuk Rencana (Editorial)

Tajuk rencana atau editorial adalah artikel pokok atau rubric dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada surat kabar yang diterbitkan tersebut. Dalam tajuk rencana atau editorial biasanya diungkapkan adanya informasi atau masalah actual, opini redaksi tentang masalah tersbeut, kritik dan saran atas permasalahan, dan harapan redaksi akan peran serta pembaca.

  • Artikel

Artikel adalah karya tulis secara faktual yang ditulis lengkap dengan panjang tertentu dan dibuat untuk dipublikasikan di media online maupun cetak seperti melalui Koran, majalah, bulletin dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

  • Pojok

Pojok dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yaitu lajur di sudut surat kabar tempat karangan pendek, berisikan hal-hal yang humoris tetapi mengandung kritik atau sindiran kepada seseorang atau golongan tertentu.

  • Karikatur

Karikatur merupakan gambar sketsa yang berisi sindiran atau kritikan terhadap suatu peristiwa atau topik berita yang menarik perhatian khalayak umum. Biasanya tokoh yang terlibat dalam pemberitaan ditampilkan dengan wajah mirip.

  • Surat Pembaca

Surat pembaca dapat diartikan sebagai tulisan yang berasal dari kalangan/masyarakat yang dimuat oleh surat kabar karena mengandung tanggapan terhadap sesuatu hal atau usul dan saran, baik untuk kepentingan lingkup yang luas maupun terbatas. Adanya surat pembaca berfungsi sebagai ruang berekspresi para pembaca.

  • Iklan

Iklan sering ditemui dalam halaman atau lembar surat kabar. Sebagai perusahaan pers, surat kabar sangat bergantung pada iklan. Dalam bahasa lain, mati hidupnya suatu perusahaan atau penerbitan pers sangat bergantung pada muatan iklan karena iklan merupakan bagian dari penyiaran informasi yang dibayar.

Posted in Penyusunan dan Pengelolaan Surat Kabar

Bagaimana Pengelolaan dalam Surat Kabar Terjadi ?

Dalam membuat surat kabar tidak hanya asal membuat saja. Tetapi, juga perlu diperhatikan cara mengelola surat kabar. Berikut cara untuk mengelola surat kabar:

Struktur Pengelolaan Surat Kabar

Pada umumnya, terdapat dua bagian besar sebuah penerbitan pers atau media massa yakni, bagian redaksi (editor department) dan bagian pemasaran atau bagian usaha (Busines Department). Dalam penerbitan sebuah surat kabar, biasanya terdiri dari beberapa bagian ataupun devisi yang bertanggung jawab antara lain:

  1. Penanggung jawab surat kabar
  2. Pemimpin redaksi
  3. Tim redaksi
  4. Tim reporter
  5. Lay-outer / type setter
  6. Ilustrator
  7. Kontributor tulisan

Proses Percetakan

Terdapat beberapa teknik dalam percetakan, berikut teknik yang umumnya digunakan dalam percetakan menurut Frank Jefskins:

  1. Offset-lithography
  2. Flexografi/ cetak tinggi
  3. Potogravure
  4. Sablon / cetak saring / screen printing
  5. System hard-dot

Proses Penerbitan

Pada umumnya terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui dalam penerbitan surat kabar. Tahapan penerbitan ini penting dilakukan agar berita atau informasi yang dihasilkan dapat memenuhi syarat penerbitan yang baik. Adapun tahapan-tahapan tersebut antara lain:

  • Tahap perencanaan

Berita yang baik adalah hasil perencanaan yang baik. Prinsip ini berlaku bagi berita yang sifatnya diduga. Fungsi ini, merupakan kegiatan yang dimulai dari pembahasan ide (gagasan) awal sampai dengan pelaksanaan proses pencarian berita. Ada beberapa tahap dalam perencanaan yaitu menentukan wilayah sasaran, mengidentifikasi dan menentukan indikator efektivitas dari setiap pekerjaan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan, menentukan hasil yang ingin dicapai dalam jangka panjang dengan selalu berinovasi, mempersiapkan rencana tindakan penjadwalan dan budgeting.

  • Tahap Pengorganisasian

Pengorganisasian manajemen redaksional adalah penyusunan struktur organisasi dan pembagian tugas pekerjaan serta penempatan orang dan jabatannya dalam struktur organisasi. Pada proses redaksional terdapat staffing yang berfungsi untuk melaksanakan aktivitas redaksional.

  • Tahap Penggerakan

Tahap penggerakan dalam manajemen redaksional adalah aktivitas yang menggerakan orang-orang beserta fasilitas penunjangnya untuk mencapai tujuan  yang telah ditentukan yaitu menghasilkan produk jurnalistik. Aktivitas tersebut meliputi peliputan, penulisan, dan penyuntingan berita.

  • Tahap Peliputan

Aktivitas meliput berita dilakukan setelah melewati proses perencanaan dalam rapat proyeksi redaksi. Dalam meliput berita terdpat tiga teknik, yaitu reportase, wawancara, dan riset kepustakaan (studi literature). Pengolahan data seperti berita isu membutuhkan ketepatan dengan narasumber yang terkait. Jika tidak akurat bisa menjadi kendala dalam proses peliputan. Hal tersebut menjadi hambatan yang sering terjadi di lapangan.

  • Tahap Pengawasan

Pengawasan merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk memahami bahwa semua sumber daya perusahaan digunakan dengan cara paling efektif.

Posted in Penyusunan dan Pengelolaan Surat Kabar

Jenis Surat Kabar

Dalam buku “Jurnalistik Indonesia” karya Sumadiria, mengemukakan berdasarkan jenis dan sirkulasi, segmentasi dan pangsa pasarnya, pers dapat diklasifikasikan ke dalam lima kelompok, yaitu:

  • Pers komunitas

Pers komunitas biasanya berasal dari sebuah komunitas atau kelompok yang didirikan guna menyampaikan saran, kritik, dan pesan yang ditujukan untuk seseorang atau golongan tertentu. Pers komunitas memiliki jangkauan wilayah sirkulasi yang sangat terbatas. Biasanya hanya mencakup satu atau beberapa desa dalam satu kecamatan. Contohnya Majalah Natas yang hanya ada di lingkup Universitas Sanata Dharma.

  • Pers lokal

Pers lokal hanya beredar di sebuah kota dan sekitarnya. Salah satu ciri pers lokal adalah 80% isinya diisi oleh berita, laporan, tulisan dan sajian gamar bernuansa lokal. Contohnya Koran Kedaulatan Rakyat yang penyebarannya hanya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

  • Pers regional

Pers regional berkedudukan di Ibu kota Provinsi. Wilayah sirkulasinya meliputi seluruh Kota yang terdapat dalam suatu provinsi tersebut. Contohnya Koran Jawa Pos yang penyebarannya ada di daerah pulau Jawa.

  • Pers nasional

Pers nasional lebih banyak berkedudukan di Ibukota Negara. Wilayah sirkulasinya meliputi sebagian besar provinsi yang berada dalam jangkauan sirkulasi melalui transparasi udara, darat, sungai dan laut. Contohnya Koran Kompas yang penyebarannya hampir di seluruh Indonesia.

  • Pers internasional

Pers internasional hadir di sejumlah Negara dengan menggunakan teknologi sistem jarak jauh dengan pola pengembangan zona atau wilayah. Sebagai contoh, kita di Indonesia membaca majalah Times, Newsweek, atau surat kabar harian Internasional Herald Tribune edisi Asia, sementara warga Inggris menikmati Newsweek edisi Eropa.

Posted in Penyusunan dan Pengelolaan Surat Kabar

Surat Kabar : Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsinya

Pengertian Surat Kabar

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat kabar adalah lembaran-lembaran kertas bertuliskan berita atau lebih dikenal sebagai koran. Sedangkan menurut ensiklopedia kata Koran berasal dari bahasa Belanda ‘Krant’, dari bahasa Perancis ‘courant’. Koran sendiri memiliki arti suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topik dalam surat kabar bisa berupa politik, kriminalitas, olahraga, dan cuaca. Surat kabar biasanya juga berisi karikatur yang dijadikan bahan sindiran lewat gambar berkenaan dengan masalah-masalah tertentu, selain berisi karikatur surat kabar juga berisi tts dan hiburan lainnya. Jadi, dari kedua sumber tersebut dapat kita simpulkan bahwa surat kabar adalah lembaran tercetak yang berisikan berbagai informasi mengenai fakta dan opini yang terjadi di masyarakat dan penerbitannya biasanya berkala.

Ciri atau karakteristik surat kabar

Menurut Effendy, surat kabar memiliki empat ciri yang dapat dikatakan sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh surat kabar, antara lain:

  • Publisitas (Publicity)

Publisitas berasal dari public yang artinya umum. Dalam konteks ini, publisitas merupakan penyebaran infromasi kepada khalayak umum atau kepada publik. Karena diperuntukkan untuk khalayak umum, isi atau informasi dalam surat kabar ini terdiri dari berbagai kepentingan yang berkaitan dengan umum.

  • Periodisitas (Periodicity)

Periodisitas artinya keteraturan dalam penerbitannya. Keteraturan dalam penerbitan ini bisa dalam satu kali sehari bisa juga satu atau dua kali terbit dalam satu minggunya.

  • Universalitas (Universality)

Universalitas artinya kemestaan dan keragaman (umum) isi informasi yang di dapat dari berbagai penjuru dunia. Sebuah penerbitan berkala yang isinya hanya mengkhususkan diri pada suatu profesi atau aspek kehidupan, seperti majalah kedokteran, arsitektur, koperasi atau pertanian tidak termasuk dalam surat kabar. Karena isinya hanya mengenai salah satu aspek kehidupan saja.

  • Aktualitas (Actuality)

Aktualitas dalam surat kabar berarti kecepatan laporan, tanpa menyampingkan pentingya kebenaran berita.

Fungsi pembuatan surat kabar

Surat kabar juga mempunyai fungsi bagi pembaca. Surat kabar dibuat tidak hanya ditulis saja tanpa ada manfaatnya untuk pembacanya, manfaat surat kabar yaitu:

  1. Menyiarkan informasi

Fungsi yang utama dan pertama adanya pembuatan surat kabar adalah untuk menyebarkan informasi kepada khalayak umum. Adanya surat kabar dapat membuat semua orang mengerti informasi yang actual mengenai kejadian yang terjadi dalam waktu-waktu sekarang.

  • Mendidik

Surat kabar juga berfungsi untuk mendidik karena surat kabar memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan, sehingga khalayak pembaca bertambah pengetahuannya. Biasanya pengetahuan yang dibagikan dari surat kabar bersifat implisit atau makna yang ada tidak terlihat secara jelas atau tersirat.

  • Menghibur

Pada surat kabar, terdapat kolom-kolom yang sifatnya menghibur misalnya di pojok kanan bawah terdapat cerita-cerita fiktif atau berbagai karya sastra lainnya.

  • Memengaruhi

Fungsi mempengaruhi dari surat kabar secara implisit terdapat pada berita, sedang secara eksplisit terdapat pada tajuk rencana dan artikel. Fungsi mempengaruhi khusus untuk bidang perniagaan pada iklan-iklan yang dipesan oleh perusahaan-perusahaan.