Posted in Penyusunan dan Pengelolaan Surat Kabar

Bagaimana Pengelolaan dalam Surat Kabar Terjadi ?

Dalam membuat surat kabar tidak hanya asal membuat saja. Tetapi, juga perlu diperhatikan cara mengelola surat kabar. Berikut cara untuk mengelola surat kabar:

Struktur Pengelolaan Surat Kabar

Pada umumnya, terdapat dua bagian besar sebuah penerbitan pers atau media massa yakni, bagian redaksi (editor department) dan bagian pemasaran atau bagian usaha (Busines Department). Dalam penerbitan sebuah surat kabar, biasanya terdiri dari beberapa bagian ataupun devisi yang bertanggung jawab antara lain:

  1. Penanggung jawab surat kabar
  2. Pemimpin redaksi
  3. Tim redaksi
  4. Tim reporter
  5. Lay-outer / type setter
  6. Ilustrator
  7. Kontributor tulisan

Proses Percetakan

Terdapat beberapa teknik dalam percetakan, berikut teknik yang umumnya digunakan dalam percetakan menurut Frank Jefskins:

  1. Offset-lithography
  2. Flexografi/ cetak tinggi
  3. Potogravure
  4. Sablon / cetak saring / screen printing
  5. System hard-dot

Proses Penerbitan

Pada umumnya terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui dalam penerbitan surat kabar. Tahapan penerbitan ini penting dilakukan agar berita atau informasi yang dihasilkan dapat memenuhi syarat penerbitan yang baik. Adapun tahapan-tahapan tersebut antara lain:

  • Tahap perencanaan

Berita yang baik adalah hasil perencanaan yang baik. Prinsip ini berlaku bagi berita yang sifatnya diduga. Fungsi ini, merupakan kegiatan yang dimulai dari pembahasan ide (gagasan) awal sampai dengan pelaksanaan proses pencarian berita. Ada beberapa tahap dalam perencanaan yaitu menentukan wilayah sasaran, mengidentifikasi dan menentukan indikator efektivitas dari setiap pekerjaan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan, menentukan hasil yang ingin dicapai dalam jangka panjang dengan selalu berinovasi, mempersiapkan rencana tindakan penjadwalan dan budgeting.

  • Tahap Pengorganisasian

Pengorganisasian manajemen redaksional adalah penyusunan struktur organisasi dan pembagian tugas pekerjaan serta penempatan orang dan jabatannya dalam struktur organisasi. Pada proses redaksional terdapat staffing yang berfungsi untuk melaksanakan aktivitas redaksional.

  • Tahap Penggerakan

Tahap penggerakan dalam manajemen redaksional adalah aktivitas yang menggerakan orang-orang beserta fasilitas penunjangnya untuk mencapai tujuan  yang telah ditentukan yaitu menghasilkan produk jurnalistik. Aktivitas tersebut meliputi peliputan, penulisan, dan penyuntingan berita.

  • Tahap Peliputan

Aktivitas meliput berita dilakukan setelah melewati proses perencanaan dalam rapat proyeksi redaksi. Dalam meliput berita terdpat tiga teknik, yaitu reportase, wawancara, dan riset kepustakaan (studi literature). Pengolahan data seperti berita isu membutuhkan ketepatan dengan narasumber yang terkait. Jika tidak akurat bisa menjadi kendala dalam proses peliputan. Hal tersebut menjadi hambatan yang sering terjadi di lapangan.

  • Tahap Pengawasan

Pengawasan merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk memahami bahwa semua sumber daya perusahaan digunakan dengan cara paling efektif.

Unknown's avatar

Author:

Sebuah blog yang dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Media Massa, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Leave a comment