Dalam media cetak, teks opini biasanya muncul pada surat kabar atau majalah. Surat kabar tersebut berisi pendapat seseorang yang biasanya berupa kiriman dari pembaca atau dari pihak redaktur media berita itu sendiri. Selain itu, karakteristik teks opini dalam media cetak dibagi menjadi beberapa bagian dalam struktur teks opini yakni pernyataan pendapat, argumentasi atau opini, dan pernyataan ulang pendapat (penutup). Pada struktur teks opini yang pertama adalah pernyataan pendapat atau biasa disebut tesis. Pada bagian ini berisi mengenai masalah yang akan dibahas, biasanya sebuah teori yang akan diperkuat oleh argumen. Struktur teks opini yang kedua adalah argumentasi. Pada argumentasi dipaparkan mengenai alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan dalam pernyataan pendapat atau tesis yang sebelumnya, walau secara umum argumentasi diartikan untuk menolak atau memperkuat suatu pendapat. Struktur teks opini yang terakhir adalah pernyataan ulang pendapat (penutup). Dalam bagian ini dikatakan sebagai bagian penutup. Umumnya disertai dengan pernyataan ulang pendapat terpenting yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa struktur teks opini menjadi baik jika memiliki keempat struktur tersebut.
Selain itu, ada beberapa ciri-ciri teks opini antara lain:
- Berisi fakta umum dan pendapat pribadi penulis
Ketika seseorang menulis teks opini, ia tetap harus menyantumkan fakta-fakta yang ada. Dari fakta-fakta tersebut, penulis bisa menambahkan pendapat pribadinya agar dapat memperkuat tulisan yang ada.
- Bersifat analisis
Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keeadaan yang sebenarnya. Dalam pembuatan teks opini, penulis menentukan suatu topic pembahasan kemudian diselidiki mengenai kebenaran fakta-fakta yang ada.
- Di tulis dalam perspektif tertentu untuk mengungkapkan kebenaran pendapat sehingga jika dilihat dari perspektif yang berbeda, kebenaran tersebut bisa bermakna lain atau malah sebaliknya.
- Dimulai dari pemaparan fakta umum terlebih dahulu dan kemudian disusul dengan pemaparan pendapat. Hal ini bisa terjadi sebaliknya. Lebih jelasnya simak pada bagian penjelasan tentang struktur teks editorial.
Ada juga beberapa fungsi teks opini yaitu
- Menyampaikan aspirasi/pendapat kepada publik melalui jalur intelektual yang bersifat dialektis dan tanpa kekerasan.
- Pendapat/gagasan dalam teks opini bersifat analitik berdasarkan fakta dan logika pemikiran sehingga teks ini lebih dari sekedar berita.
- Teks opini berfungsi sebagai sarana edukatif bagi publik pembaca.
Dari beberapa fungsi teks opini, kita dapat mengetahui beberapa contoh teks opini dalam media cetak adalah surat kabar, karikatur, dan bulletin.