Ada dua teori yang mengkaji mengenai penyusunan tajuk rencana yaitu teori teori ANSVA dan teori SEES. Teori ANSVA merupakan kependekan dari lima tahap antara lain attention (perhatian), need (kebutuhan), satisfaction (pemuasan), visualization (visualisasi) dan action (tindakan). Kemudian teori SEES merupakan kependekan dari empat tahapan yaitu: statement, explanation, example, dan summary.
Secara umum dilihat dari sisi proses tahapan pekerjaan, menulis tajuk rencana tidak berbeda dengan menulis artikel opini. Secara sederhana, proses penyusunan tajuk rencana dibagi ke dalam empat tahap: (1) pencarian ide dan topik; (2) seleksi dan penetapan topik; (3) pembobotan substansi materi dan penetapan tesis atau pendapat utama dari keseluruhan uraian tajuk rencana; dan (4) pelaksanaan penulisan. Keempat tahapan tersebut dilakukan secara kolektif oleh tim editorial secara terjadwal. Jadi, berbeda dengan proses penulisan artikel yang dilakukan secara individual dengan tidak terjadwal.
Pada pencarian ide dan topik, tim editorial yang berjumlah 3-5 orang atau sesuai dengan kebutuhan, melakukan inventarisasi pokok-pokok berita baik yang dimuat pada media pers kita maupun yang terdapat pada surat-surat kabar dan majalah lain yang terbit hari itu. Kemudian tahap seleksi dan penetapan topic, berita yang telah diklasifikasikan menurut dimensi geografi dan dampaknya itu, dibawa ke dalam forum rapat tim khusus editorial untuk didiskusikan, dinilai, diseleksi, dan ditetapkan mana yang layak diangkat untuk menjadi topik tajuk rencana edisi berikut. Tahap yang ketiga, tesis tajuk rencana disampaikan melalui dua cara, terbuka dan tertutup. Terbuka apabila tesis dirumuskan dalam rangkaian kalimat ringkas, lugas, dan tegas secara tersurat sedangkan tertutup apabila kesimpulan yang hendak ditawarkan kepada khalayak pembaca tidak dirumuskan dalam kalimat yang ringkas, lugas, dan tegas. Tahap yang terakhir adalah pelaksanaan penulisan. Pada tahap ini, tim editorial secara musyawarah mufakat, menunjuk salah seorang anggota tim editorial untuk menuangkan hasil rapat yang membahas ide, topik, dan tesis tajuk rencana itu ke dalam sebuah karya opini tajuk rencana yang berbobot, enak dibaca, sekaligus mencerminkan identitas dan kredibilitas penerbitan sebagai perusahaan media berkelas yang professional.