Posted in Penyusunan dan Penyuntingan Tajuk Rencana

Pengertian Tajuk Rencana

Tajuk rencana berasal dari kata “tajuk” yang juga disebut “mahkota”, “patam”, atau “jamang” yang juga berarti perhiasan kepala seperti jambul dibuat dari bunga buatan jumbai. Oleh sebab itu Djafar H. Assegaff via Barus (2010: 142) mengatakan pula bahwa tidaklah salah jika disebut tajuk rencana merupakan mahkota surat kabar atau majalah. Spencer via Romli (2006: 91) menjelaskan bahwa tajuk rencana sebagai pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa sehingga kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang sudah ditajukkan.  Tajuk rencana atau editorial adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbiatan terhadap persoalan actual, fenomenal, dan atau kontrovelsial yang berkembang dalam masyarakat (Sumadiria, 2005: 7).

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian dari tajuk rencana adalah opini dari institusi atau media massa yang bersangkutan mengenai fakta atau opini yang berkembang di masyarakat.

Melalui tajuk rencana, surat kabar dan majalah memberi ulasan terhadap berita-berita yang bermunculan setiap hari dengan cara memberikan klarifikasi, menjelaskan latar belakang, menerangkan masa depan berita, merenungkan, dan menitipkan pesan-pesan moral pula di dalamnya. Tajuk rencana biasa ditulis oleh pemimpin redaksi atau wakilnya atau bisa juga oleh wartawan yang sudah berpengalaman puluhan tahun, yang matang dalam pemikiran, arif dalam menyampaikan penafsiran atau pendapat, dan jelas harus mengerti nilai berita (know news value) karena ia harus dapat menjelaskan argumentasinya yang kuat dan logis mengenai penyebab dan akibat suatu peristiwa serta sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas suatu kejadian, arah kecenderungan pemikiran yang berkembang di tengah masyarakatnya, serta masa depan berita bersangkutan.

Suara tajuk rencana bukanlah suara perorangan atau pribadi-pribadi yang terdapat di jajaran redaksi atau di bagian produksi dan sirkulasi, melainkan suara kolektif seluruh wartawan dan karyawan dari suatu lembaga penerbitan pers. Tajuk rencana merupakan suara lembaga, maka dalam penulisannya tidak diberi keterangan nama penulisnya (anonim).

Tajuk rencana dari pers papan tengah atau pers popular berlaku sebaliknya. Pers popular lebih berani, atraktif, progresif, dan tidak canggung untuk memilih pendekatan kritik yang bersifat telanjang serta tembak langsung. Pers papan tengah atau bahkan pers papan bawah justru memilih pertimbangan aspek sosiologis dalam pemiatan tajuk rencana. Pers papan atas memiliki kepentingan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan pers papan tengah atau pers papan bawah. Kepentingan yang sifatnya jauh lebih kompleks itulah yang mendorong pers papan atas cenderung bersikap konservatif dan akomodatif dalam kebijakan pemberitaan serta dalam pernyataan pendapat dan sikap melalui saluran resmi tajuk rencana.

Berikut contoh tajuk rencana yang terdapat dalam surat kabar.

Surat Kabar Suara Merdeka, 09 Oktober 2019
Unknown's avatar

Author:

Sebuah blog yang dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Media Massa, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Leave a comment